Muhibbinabuya.com - Lagu "Ada Kah Jua Cintanya" yang dibawakan oleh penyanyi Banjar, Tommy Kaganangan, adalah sebuah karya yang sarat dengan emosi cinta yang mendalam. Dengan lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini berhasil menggambarkan perasaan rindu, harapan, dan kegelisahan hati seseorang yang sedang jatuh cinta. Melalui lirik lagu Banjar yang khas, lagu ini tidak hanya menunjukkan keindahan budaya Banjar, tetapi juga menyentuh hati para pendengarnya. Berikut adalah lirik lengkap dari lagu ini, disertai analisis mendalam untuk memahami makna keseluruhan.
![]() |
Makna dan Kedalaman Lirik Lagu Banjar "Ada Kah Jua Cintanya" oleh Tommy Kaganangan |
Lirik Lengkap Lagu "Ada Kah Jua Cintanya"
Bujur jua kah, Bujur jua kah
Ujar urang pian surangan
Amun iya gas lun handak
Amun iya gas baparak
Matan lawas ulun handak
Saban malam kaingatan
Saban hari karindangan
Lawan pian si rambut panjang
Lun bahabar kakuitan
Lun bahabar kakawanan
Mudahan kawa di jadiakan
Muhanya
Bungas banaran
Nang kaya artis anya Geraldine
Awaknya
Mungkal banaran
Maulah ulun jadi kahandakan
Mbah pang kiyapa kisahnya...
Adakah jua cintanya.....
Takait hati ulun
Tajarat hati ulun
Pisit di dalam hati pian
Mbah pang kiyapa jadinya....
Adakah jua cintanya....
Mamandam lun maarit
Marantan lun sakit...
Tajarat dalam hati pian....
Makna Keseluruhan Lagu
Lagu "Ada Kah Jua Cintanya" menggambarkan perasaan
seseorang yang sedang dilanda kerinduan dan ketidakpastian dalam hubungan
cinta. Ia terus mempertanyakan apakah cinta yang ia rasakan juga dirasakan oleh
pasangannya. Rasa rindu yang begitu mendalam membuatnya selalu mengingat sosok
tersebut, baik di malam hari maupun siang hari. Namun, di tengah semua itu, ada
ketidakpastian yang membuatnya gelisah. Apakah cinta itu benar-benar ada atau
hanya ilusi belaka?
Melalui lirik-liriknya, lagu ini menggambarkan betapa
kuatnya cinta dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan seseorang. Ada harapan
besar untuk bisa bersatu dengan orang yang dicintai, namun juga ada rasa takut
jika cinta itu tidak berbalas. Perasaan ini digambarkan dengan sangat indah
dalam setiap bait lagu.
Penyanyi memuji kecantikan fisik sang kekasih dengan
ungkapan "bungas banaran" (benar-benar cantik) dan membandingkannya
dengan seorang artis terkenal, Geraldine. Pujian ini menunjukkan bahwa wanita
tersebut adalah sosok yang sempurna di mata penyanyi. Namun, meskipun ada
kekaguman yang mendalam, penyanyi tetap merasa ragu apakah cinta mereka akan
berbuah manis.
Pertanyaan "Adakah jua cintanya" menjadi inti dari
lagu ini. Penyanyi tidak hanya merindukan kekasihnya, tetapi juga
mempertanyakan apakah cinta yang ia rasakan juga dirasakan oleh pasangannya.
Ungkapan "Takait hati ulun, tajarat hati ulun" (tersangkut hatiku,
terikat hatiku) menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa pindah kelain hati.
Meskipun demikian, penyanyi tetap berharap agar cinta mereka bisa terwujud.
Frasa "Mbah pang kiyapa kisahnya" (Entah bagaimana
ceritanya) menunjukkan bahwa ia tidak tahu bagaimana masa depan hubungan
mereka. Namun, meskipun ada rasa sakit dan kebimbangan, penyanyi tetap berusaha
untuk bertahan dengan harapan bahwa cinta mereka akan berbuah manis.
Nilai Budaya dan Emosional dalam Lagu Ini
Lagu "Ada Kah Jua Cintanya" bukan hanya sekadar
lagu cinta biasa. Dengan menggunakan bahasa Banjar, lagu ini membawa
pendengarnya pada nuansa budaya lokal yang kental. Penggunaan istilah-istilah
seperti "ulun" (aku), "pian" (kamu) menunjukkan keotentikan
identitas Banjar dalam lirik lagu Banjar ini.
Selain itu, lagu ini juga memiliki nilai emosional yang
universal. Siapa pun yang pernah merasakan cinta yang tidak pasti pasti bisa
merasakan kedalaman makna dari lirik-liriknya. Ketidakpastian, rindu, dan
harapan adalah emosi yang dialami oleh banyak orang, sehingga lagu ini mampu
menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.